Kau tusuk aku dengan duri mawar merah itu, kemudian pergi …
Merah semerah merahx merah
Tertiup angin lalu luka itu membasah..
Adakah aku dihatimu?
Pelan-pelan aku meraba, pelan-pelan aku membaca
Ternyata ada namamu di luka itu..
Sakit. Perih.
Aku mengerang, aku menjerit..
Apakah kau mendengar?
Yang kulihat hanya bayang-bayang yang mampir di setiap kata..
Pergilah mawar merah..
Pergilah bersama semua harapan yang pernah kau tumpahkan di kepalaku
Biar aku melihat semua tanya di wajahmu
Pergilah..
Pergilah mawar merah, meski sakit ini membatin ..

No comments:
Post a Comment