Tulisan ini bukan mengajarkan kalian untuk tidak saling mencinta atau apalah.namun,jangan terjebak sama perasaan hati kita sendiri,hidup kita masih panjang,terlalu sia sia saja jika hidup yang panjang ini hanya kita lakukan untuk memikirkan satu orang saja dalam hidup,mungkin di awal kisah cinta seseorang mereka sangat yakin akan cintanya pada pasangannya,namun tunggulah,meski cinta itu tak pernah berkurang namun ada banyak hal yang bisa kamu lakukan yang lebih banyak dan bermanfaat ketimbang stuck in one moment.
Sampai saat ini pun aku belum sampai ke titik point pembahasan,bukan Cuma sekedar tidakan bodoh Romeo yang ingin aku bahas di sini,tapi semua tentang cinta yang hampir di Tuhankan oleh hampir setiap makhluk yang ‘katanya’ punya Tuhan yang Real.seperti yang sudah aku bilang tadi,tulisan ini bukan bentuk dari ketidak percayaan ku terhadap cinta,tentu aku sangat percaya Cinta itu ada.namun semua cinta itu ada akhirnya (cinta ke makhluk) dan kebanyakan orang yang tengah jatuh cinta tak pernah mengingat akan berakhirnya rasa,namun ia anggap itu tak kan pernah berakhir.kita saja tak pernah tau apa keinginan kita besok,lalu mengapa kita berani sekali mendahului takdir dengan berkata “aku sangat mencintaimu,dan aku akan mencitaimu untuk selamanya”.nah itu pointnya,aku takkan menentang tentang kalimat “aku mencintaimu” atau “aku sangat mencintaimu” tapi tentang “selamaya”.setiap orang pasti pernah mencintai atau bahkan sangat mencintai,namun yang selamanya ? mungkin ada,namun tak semua.
Kalimat selamanya itu hanya bisa membuat luka,luka ketika pasangan kita yang dulunya sangat kita cintai kini tak kita cintai lagi menyadari bahwa omongan selamanya yang pernah kita ucapkan hanya omong kosong belaka,”selamanya” itu hanyalah harapan yang di buat namun kemungkinan sangat kecil atau bahkan tak pernah terpenuhi,ia bahkan tak tau apa yang terjadi besok namun ia sudah berkata selamaya.”itukan hanya ucapan anak muda yang tengah di landa cinta,tak apalah dia berkata begitu,harusnya kita tau dan memaklumi kalau yang ia bilang selamanya itu hanya sementara”.okey jika kekasih yang ia janjikan dengan cinta sejatinya adalah orang yang berpikiran logis dan mengerti tentang “selamanya sementara” yang kekasihnya ucapkan,namun jika ia seorang pemimpi ? yang percaya akan apa yang di ucapkan oleh kekasihnya ?saat ia berharap di cintai begitu dalam dan begitu lama karna janji yang kekasihnya buat,namun yang ia dapatkan malah cinta sementara,mana yang selamanya ? cinta yang seharusnya indah itu akan di pandangnya dengan luka,dan jika ada seorang yang patah hati karna cinta,maka jangan salahkan jika ia selalu menyalahkan cinta dengan menyamakan cinta yang harusnya indah menjadi luka,jadi yang menyakitkan itu bukan cinta,yang membuat orang sengsara juga bukan cinta namun janji yang terkhianati dengan bayang bayang cinta sejati.
Jika kau di cintai seseorang percayalah saat ia berkata ia begitu mencintaimu,namun jangan percaya saat ia berkata ia akan mencintaimu untuk selamaya.dan jika kau jatuh cinta cintailah kekasihmu dengan sepenuh hati namun jangan pernah memberi harapan dengan berkata kau akan mencintainya untuk selamanya.nikmatin cinta yang ada namun jangan terlalu terjebak di dalamnya,cintailah kekasihmu dengan sepenuh hati dan jaga ia jika kau tak mau ia pergi namun,saat ia memutuskan untuk pergi,so let it go....jangan paksakan cinta jika sala satunya tlah merasa bosan,kalau kamu masih ada rasa ya biarkan saja rasa itu mengisi ruang hatimu dan biarkan kekasihmu melanjutkan hidupnya jangan mengharapkan ia kembali,salah…!!!! kamu boleh mengaharapkannya kembali padamu namun jangan hanya terpaku pada harapan itu,saat ia tak kembali bukan berarti kamu harus stay dan nunggu dia balik lagi sama kamu,kamu harus terus berjalan perlahan mencari hal yang lebih yang lebih baik,bukan berarti kamu harus lupain cinta kamu,tapi jalanilah hidupmu,jika ia kembali maka ia milikmu kalau tidak,kenapa harus memaksa.
No comments:
Post a Comment