November 16, 2011

You play 'Drama' you get 'Karma'


     Pasti pernah denger kan tentang 'Jangan memakan apa yang telah kau hina',kalau gasalah hukumnya Haram,nah kalau maksudnya di situ hanya pada makanan,akau pikir itu lebih baik jika di maksudkan pada semua hal,maksudnya semua hal apapun itu bukan hanya makanan.jadi kurang lebih isinya begini "Jangan lakukan hal yang telah kau hina".atau mungkin lebih tepatnya seperti ini "Jangan hina suatu hal".
 Exactly,pasnya sih gitu ya,jangan hina suatu hal atau lebih ringkasnya "Jangan suka menghina apapun itu",apapun itu termasuk makanan,perbuatan,fisik seseorang atau apapun hal di dunia ini yang kita anggap jelek.karna sebagai resikonya pasti kita akan sangat kesulitan saat harus melakukan hal tersebut,misal,kita pernah menghina makanan dan pada suatu hari kita sangat lapar dan tak ada makanan lain dari makanan yang pernah kita hina itu,atau lebih mudahnya.kita pernah menghina makanan dan pada suatu hari tiba tiba kita menginginkan makanan itu,apa yang harus kita lakukan saat makanan halal itu berubah menjadi haram bagi kita ?.atau mungkin kita menghina seseorang atas suatu prilaku,lalu suatu saat kita juga melakukan hal itu,bukankah sama saja kita seperti para Penjilat ?orang yang suka menjilat omongannya sendiri ?
       Seingetku,dulu aku pernah baca hadist yang kalo gasalah isinya gini "janganlah kau menghina seseorang karna suatu aib (dosa),karna jika seseorang menghina aib (dosa) orang lain maka ia tak akan mati sebelum melakukan hal yang sama".bahkan Nabi pun melarang kita menghina seseorang karna Dosa,apa lagi perbuatan yang bukan dosa ? dan ironisnya mereka yang terlihat "Perfect" yang banyak melakukan hal ini.seakan akan mereka melihat orang yang terlihat "Bad person" dengan pandangan "ape lo,gue penghuni syurga dan lo penghuni neraka,kelakuan lo aja bejat apalagi hatinya ?".
        Too bad,karna itu aku termasuk orang yang menganut paham "yang di luar belum tentu menunjukkan yang di dalam" setidaknya kita di perintahkan untuk berhusnudzon kan? lalu kenapa tak mau  berhusnodzon kepada orang orang bad person ? gaada yang tau hatinya seseorang melainkan Tuhannya kan,nah kenapa dia jadi sok menuhankan diri dengan menjuluki dia tukang maksiat,dia gapunya adzab,dia masuk neraka dan bla bla bla......setidaknya kau bisa memperlakukan dia sama dengan orang lain kan,kau kan gatau hatinya.dia lebih baik dari kita atau lebih buruk aja kita gatau,hey kita ini hanya bisa melihat yang kasat mata,yang tersembunyi hanya Tuhan yang tau.
     Jadi intinya jangan menghina suatu hal,karna kita juga gatau suatu hari kita melakukannya atau tidak,contohnya nih...dulu banget ada beberapa kelompok yang say no banget sama Facebook,kalo untuk hal itu okelah,tapi jangan pake menghina,gausah pake ngomongin orang yang pake akun sosial itu apalah,itulah,inilah.karna pada kenyataannya kini mereka (yang katanya say no to facebook) tlah memiliki akun facebook dan pastinya menggunakannya sama seperti orang orang yang dulu mereka hina,tragisnya,mereka ga merasa malu saat ketauan oleh mereka (yang dulu di hina) saat berfacebook ria..Malunya...intinya sih,kalo kita gasuka sama suatu hal jangan di hina aja deh,udah biarin aja,kamu boleh gasetuju atau ga sejalan tapi jangan menghina,ga suka ya jangan pake,tertarik ya silahkan saja,bukan kah lebih baik gitu toh ? tak ada hinaan,jadi kalo suatu saat kau melakukan hal seperti itu tak ada yang ingin menertawakan,atau kau gaperlu malu (kecuali emang kau gapunya malu kali yak ).ini bukan hanya tentang facebook,ini tentang semua,contohnya aja itu soalnya sekarang banyak banget yang pindah aliran,aku aja pengen ngakak liatnya.kesiaannn.
      Kalo kalian tanya apakah tujuan tulisan ini ? yap,tujuannya adalah menghina orang orang yang suka banget menghina kayak yang di atas,kalian gaperlu bilang sama seperti yang aku bilang tadi,kalo nanti aku bisa melakukan hal yang sama,karna aku sudah melakukannya.kapan ? saat ini ! saat aku menghina orang orang yang suka menghina dan menertawakannya J

No comments: