December 08, 2011

Alasan yang diselipkan Tuhan

….. But everything happens for reason and i’ve got the lesson behind all about that day.
Surabaya,jam 19:00 waktu setempat.
   Aku menapaki trotoar itu sambil bermuka masam,kesal karna temanku Adell yang mengajakku hang out keluar malam ini mendengarkanku sambil mengerjakan hobby nya di sepanjang perjalan dari rumah,kebiasaannya yang tak bisa di hindari sejak SMP dulu,SMSan yang tak mau berhenti,sambil jalan,sambil cerita,Annoying sangat,aku yakin ia tak kan begitu jelas mendengarkan ceritaku malam ini.
   Syukurlah perjalanan ke kedai kopi medan yang terletak di jl. Jl. Gubernur Suryo Sidoarjo itu tidak memakan waktu terlalu lama.dan syukur pula keadaanya malam ini tak begitu ramai seperti malam malam biasanya,terutama malam minggu,mungkin karna ini malam senin,malam dimana hari paling sibuk dalam satu minggu akan segera di mulai.Dan ritual pertama yang kita lakukan setelah memesan Ice cream vanila dan beberapa menu lainnya adalah ngobrol,tempat ini memang namanya kedai kopi tapi yang di jual bukan hanya kopi,lebih bagus di sebut caffe sih sebenernya,tapi karna kopinya yang terkenal makanya orang orang lebih akrab dengan sebutan kedai kopi medan.setelah ngobrol kesana kemari (dan jelas,Adell masih setia dengan SMSnya) tiba tiba Adell memperlihatkan padaku SMSnya yang kira kira tertulis begini.
   “Kamu masih maen di situ gak ? kalau iya aku samperin kesana boleh ?”
  Buru buru ku lihat bagian pengirim,dan tertulis ‘Alan’,dan sebagai temen aku ga bisa ngelarang Adel untuk ketemu sama temen yang berkedok sebagai mantan atau mantan yang berkedok sebagai temen.Ya,Alan adalah pacar Adell ketika masa masa SMA dulu.Aku sih ga kenal,nyapa aja ga pernah meskipun kelas kita dulu sebelahan dan ga bisa bayangin gimana keki nya aku yang ikut nimbrung dalam acara temu mantan hari ini,nasib mungkin jadi obat nyamuk.
Dan 15 menit kemudian,Alan datang.
(salaman)
“Hai,mulai jam berapa kalian disini”
 Dan bla bla bla intermizo yang mungkin ga penting untuk ku dengar,kalau ku lihat,Alan ini not badlah.Perawakan tinggi dan berwajah militer,terang saja kalau katanya ia masuk fakultas di akademi penerbangan.Syukurlah pada saat itu aku membawa laptop dan mulain wifian,membuka situs social yang biasa aku gunakan,ku pikir lebih baiklah dari pada nimbrung dalam acara reuni itu,sesekali ku dengar mereka bertanya kabar pasangan masing masing,bercerita si A atau si B temen kita waktu SMA dulu,sampai akhirnya ia bertanya tentang Distha,karna kebetulan aku kenal dengan Distha dan sekampus jadi aku ikut menjelaskan saat ia bertanya Distha masuk kelas apa,ngekos diman dan seterusnya.dan akhirnya Alan berkata.
  “Mata kamu, masih sama yaa, nggak berubah. Pantes aja si Distha bela-belain nunggu kamu sampe putus dari aku, dari pacarmu. Tajem banget. Aku nggak suka banget loh sama Distha itu, gayanya sok-sokan, hasssh~ kalo ngomong nggak ngenakin banget. Konyol nggak sih, aku dulu tengkar sama Distha cuma gara-gara ngerebutin si Adel, Nes”.
  Karna di kalimat akhir namaku disebut,mau tak mau akupun berpaling lagi dari layar laptop sambil tercengang kaget,kaget bukannya apa,tapi ini cowok kok bisa sih ngegombal depan Adell padahal status mereka udah sama sama taken ( sama sama ada yang punya) dan udah jalan masing masing, Dan masih banyak sekali kegombalan yang ku dengar dengan kedua telinga ku. Kegombalan yang nggak cuma lewat omongan, tapi juga lewat pandangan mata dan senyuman yang, radaaa apa yaaah deskripsinya. Semacam sense of flirting inside a man (jurus menggoda yg dalam dari cowo ). Aaaah, bingung deskripsinya, pokoknya kalo aku denger lagi pasti langsung nyinyir dan pengen muntah.
  Akhirnya karna jam 9 malam kita berniat untuk pulang,lega banget karna bisa bebas dari ketidak nyamanan mendengar kata kata sepik Alan untuk Adell,dan di kalimat akhir Alan berkata lagi.
“Kamu balik ke Malang kapan? Ada waktunya jalan sama aku kapan?”
“Mana pacarmu yang d foto facebook itu? Kapan putus?”
   Dan dikalimat akhir itu bikin aku dan Adell hampir menjerit,too the point banget ya ni orang.dan ketika aku menapaki jalan untuk pulang,aku mendapat pelajaran berharga dari hal tersebut.
“Kadang ada sebuah alasan yang diselipkan Tuhan ketika suatu peristiwa terjadi dalam hidup kita,kadang kita beruntung telah melakukan sebuah keputusan yang membuat kita begitu sedih untuk sementara waktu,dan setelah itu,kita akan berkata Alhamdulillah sesuatu itu pernah terjadi dan sudah berakhir,dan ada lagi pesan yang ku dapat malam ini,jangan pernah memberikan kesempatan bagi orang yang rela meninggalkan kekasihnya demi kita,karna hal itu berpotensi suatu saat ia akan meninggalkan kita untuk orang lain.”.

2 comments:

meena jf said...

jd nyamu' wan...
ko' jd obat nyamu'???

Unknown said...

hahaha iya kak min,
jadi nyamu' tapi g d kasi obat nyamu' ya