December 20, 2011

Tentang ego

   Di sebuah buku yang sekilas aku baca karena kebetulan plastik segelnya terbuka, ada sebuah gambar piramida. 5 tingkatan level piramida. Because it’s looks so interesting,aku baca sampe satu bab. Judul bukunya adalah Psikologi Humanistik Abraham Maslow. Udah pernah baca belum?
    Di situ dijelaskan bahwasanya manusia memiliki 5 tingkatan prioritas pemenuhan kebutuhan dari yang terpenting sampe yang tidak terlalu penting. Semakin keatas dan meruncing, tingkatan kebutuhan juga semakin urgent.
·        Tingkatan terbawah adalah kebutuhan fisiologis, semacam pakaian, makanan, rumah.
·        Tingkatan kedua dari bawah adalah safety atau keamanan dan keselamatan, misalnya bebas dari ancaman, aman dari penjahat, dan bebas dari yang lain-lain.
·        Tingkatan ketiga dari bawah adalah kebutuhan sosial semacam berteman, berinteraksi, making relationship with others. Something like that lah.
·        Tingkatan keempat dari bawah atau kedua dari atas adalah kebutuhan pemenuhan ego.
·        Dan tingkatan teratas adalah kebutuhan aktualisasi diri. Yaitu melakukan sesuatu sesuai dengan minat dan bakatnya.   

    Well, depend on my mind. Dari kelima tingkatan itu, tingkatan yang paling jelas dan cukup menjelaskan segala-galanya atas kejadian-kejadian yang aku alami belakangan ini adalah tingkatan kedua dari atas. Prioritas kedua yang mempengaruhi sebuah perilaku manusia. And now I know, kenapa laki-laki cenderung punya ego tinggi yang menahannya untuk bilang “maaf” dan perempuan punya ego tinggi yang menahannya untuk memaafkan.
    Perempuan dan laki-laki sama-sama memiliki ego tinggi dalam dua hal yang berkaitan. And it’s gonna be so complicated to understand.dan jelas banget kalau semua itu punya ego,akan tetapi yang terlihat berbeda itu adalah cara menempatkan atau lebih tepatnya menyembunyikan ego itu tersendiri,ada yang nampak jelas,ada yang kadang kadang terlihat dan ada yang tak tampak sama sekali,dan aku ? tampak jelas kayaknya. :)

No comments: